Jumat, 30 Maret 2012

Hari kedua (belajar) Astral Projection

Hari kedua nih, konsentrasi dan rilex harus lebih ditingkatkan. Masih jam 10 malam, namun mata sudah tidak bisa diajak kompromi lagi. Langsung rebahan dan relaxasi seperti kemarin. Sekitar setengah jam berlalu belum ada perubahan atau tanda-tanda apapun. Lama-kelamaan saya tertidur dengan sendirinya. Proses AP pun gagal.

Namun pada jam 2.30 saya kembali terbangun. Proses menuju AP pun saya lanjutkan dengan mata sedikit pedas akibat baru terbangun dari tidur. Kembali seperti sebelumnya, saya mencoba relax dan berbaring dengan posisi senyaman mungkin. Kedua tangan saya letakkan di samping badan dengan posisi tidur telentang.


Kondisi nyaman dan relax pun saya capai. Sambil terus berkonsentrasi dan menjaga kesadaran saya lanjutkan tahap demi tahap menuju AP. Biasanya, seseorang yang mengalami kondisi AP akan mendapatkan OOBE (Out of Body Experience) seperti Sleep Paralysis (lumpuh tidur) terlebih dahulu. Namun untuk mencapai tahap tersebut sangatlah sulit.

Sekitar 1 jam waktu berlalu, saya masih tersadar namun tubuh saya belum menunjukkan gejala-gejala tertentu. Sampai akhirnya entah bagaimana saya pun tertidur. AP pun gagal...

Hari pertama (belajar) Astral Projection

Baru kemarin baca-baca artikel tentang Astral Projection (Artikelnya) langsung tertarik ingin belajar dan langsung menguasai tekniknya. Ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Perlu teknik dan konsentrasi tingkat tinggi. Langsung aja, ke pengalaman belajar astral hari pertama.

Jam 11 malam, ngantuk banget abis nonton film. Langsung rebahan di tempat tidur sambil berusaha mengingat kembali artikel yang saya baca, bahwa kunci sukses dari Astral Projection adalah rilex, konsentrasi dan pernapasan, namun tidak tertidur. Ya, keberhasilan AP memang menuntut kesadaran diri dan tidak boleh tertidur sampai proses AP berhasil. Langsung saya pejamkan mata sambil megosongkan pikiran dan berusaha rilex senyaman mungkin sambil berkonsentrasi dan mengatur nafas.

Satu jam berlalu proses relaxasi. Tingkat kenyamanan yang dituju pun dicapai. Saya merasa sangat nyaman pada tahap ini. Begitu nyamannya sampai akhirnya saya pun tertidur. Padahal proses AP harus dilakukan dalam keadaan sadar. Akhirnya percobaan hari pertama saya gagal mencapai tahap AP.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best CD Rates | Downloaded from Free Website Templates